Rabu, 10 Agustus 2016

26-7-2004
Aku mengikuti pelatihan penulisan fiksi populer remaja. Tau gak? Dalam training ini aku diajari gimana sih buat cerpen yang bagus dan berkualitas sastranya. Bukan hanya itu, aku berkenalan dengan teman-teman SMA se Sidoarjo dan Surabaya, tapi mereka yang pilihan lo, cie…senang lo ya… buat cerpen itu gampang tapi susah, why? Ya coz kita harus pinter mainin kata-kata seorang cerpenis harus mampu bergaul dengan lingkungan dan imajinasinya sehingga menimbulkan pengalaman-pengalaman yang akan melahirkan imajinasi dan sekumpulan ide-ide yang sangat berharga. Selama 1 minggu tidak mengikuti pelajaran di sekolah karena mengikuti pelatihan itu.
Perjalanan awal liburan bersama teman-teman 2 ipa 1 tanggal 6-7 Juli 2004. Kami sekelas berlibur ke villa yang terletak di snggoriti Malang. Sebelumnya aku merasa terasing sewaktu di sekolahan, mendadak perasaan itu berubah menjadi yang tersayang. Desa demi desa kami lewati dengan perasaan senang tang terhapuskan. Apalagi kami seolah merasakan kesejukan udara segar kota Malang. Betapa tidak, pemandangan itu penuh dengan pepohonan yang rimbun. Wuih tak pernahku melihat pemandangan indah sedekat ini, sampai disana pukul 12an.
Tibalah rombongan 2 bison dari Sidoarjo ke tempat yang kami tuju. Sesampainya di sana kami istirahat, ada yang sambil ngobrol berpose antar teman dan ada yang sibuk menata barang bawaannya. Awal holiday itu kami saling berpencar dan beraktivitas sendiri tanpa seorang pemandu.
Tak hanya kami saja yang berlibur ke sana, ternyata ada siswa-siswa dari SMU 15 Surabaya juga. Tempat tinggal mereka ternyata bersebelahan dengan tempat aku tinggal. Ya…tau aku kan? Biasa;ah ce jomblis yang suka menampakkan diri gitu, siapa tau ada yang tertarik.
Mataharipun terbenam, makan malampun kan kunjung tiba. Sebelumnya kami bergawe ria. Yaitu walking candle. Wuih permainannya dilakukan dihalaman depan. Tubuh kamipun terbalut dengan es. Pada saat acara mulai, lilin kecil berjalan dibawa genggaman tangan kami. Saat kami pegangpun cahaya api itu tak ada gunanya. Panasnya pancaran api pada sebuah lilin terkalahkan dengan dinginnya malam di villa itu. Nah sampai pada giliranku lagunya habis. Ehm kenalah aku sebuah hukuman. Dan pasanganku a/ nyong bersama sinta dan bahrul. Sebelumnya  Miwing dan Herlambang kena juga ika dan mbamboet haha kucu banget.
Bahrul nguncrit rambutku dan sinta nguncrit nyong dan pasanganku bersama bahrul kalah. Permainan usai makan malam dimulai. Malam telah larut kami serombongan nonton The Ring. Waduh dinginnya benar-benar mencekam. Maybe temen-temen dibelakangku tau kalau aku serius nontonnya, so mereka ngerjain aku dengan cara ngagetin aku…wo…teriakan histeris pun terjadi. Dibuat seneng aja lagi!!!
Usai nonton fil, kami pun terlelap bersama lenyapnya surya. Aku tidur diatas dan sebagian tidur dibawah. Aku tidur bersama lina pacarnya kiky dan litanti.
Hari Kedua
Jalan-jalan ke pasar pindah vila. Sebelum pindah kami sempat sarapan nasi goreng. Saat disana lidahku sakit dan panas dalam. Jadi sakit, perih sewaktu makan. Aku sepiring berdua sama sari. Kan malemnya aku buka marning dan itu berguna banget buat sarapan pagi itu. Semuanya pada minta dan itu yang membuat aku seneng dan akhirnya kamipun pindah villa.
Rencana demi rencana telah kami susun untuk memeriahkan suasana liburan kami. Bersama siswa dari SMU 15 Surabaya akan bergabung dengan rombongan kami. Dan sempat terjadi kericuhan gara-gara susunan acaranya pake gandengan tangan antara cowok dan ceweknya tapi warga smantig g mau karena ada yang berjilbab…soo, acaranya batal. Kejadian itu tepatnya saat kami  prepase buat sop untuk lunch.
Malampun tiba. Dinginnya malampun membalut semua tubuh kami. Malam ini malam terakhir kami semua. Kami pun masuk villa. Cowok kami membuat perapian untuk menghangatkan badan. Sambutan-sambutan bu endang membuat kami terharu karena ada salah satu teman kami yang tidak lulus gara-gara absen tp dia adalah anak kelas lain rasa harus menyelimuti kami.
Acara intipun dimulai, kami tuker-tukeran kado. Kadoku jatuh pada herlambang. Benci aku!!! Mungkin Tuhan tau dan ingin menyadarkan herlambang supaya dia gak jauh ma aku. Karena selama ini aku ngerasa bahwa herlambang jauh dan sombong mungkin karena prestasiku yang turun.
Akhirnya kami menyanyikan lagu kemesraan ini dengan gitaris Agustian. Kemsraaan ini janganlah cepat berlalu.,
Usai acara kami bakar jagung di teras dan nyanyi-nyanyi bareng. Dingin malam itu terasa benar di hatiku. Malam itu adalah malam terakhir sayangnya acara tersebut kurang begitu meriah dan mengakrab. Beberapa teman cowok, hilang bersama hati mereka yang berkenalan dengan cewewk-cewek SMU 15 Surabaya.
Sampai pukul 1 malam kami masih bakar jagung sambil membuat api unggun yang ternyata ngabisin minyak tanah. Mengapa begitu? Ya lucu ajalah dan jengkel juga toh udah abis banyak minyak tanah, tetep aja api itu g bisa bakar kayu karena kayunya juga kedinginan. Kini giliranku tidur dibawah tanpa selimutan udah dingin.



7 Nopember 2004/Minggu
Sekilan lama tak kunjung berdering, menyiksa hati karena kuangga semua tak peduli. Ah, kuhelakan napas kepuasan menertawakan diri sendiri saat yang kunanti telah sering dengan berdetaknya sang waktu.
Aku masih berharap akan ada seseorang yang mau membelikan pulsa untukku…hehehe. Itu couldn’t be iseng-iseng kutekan *123# detakan jantung berbunyi kencang, hati tertawa diiiringi bunyi jam yang bergantung dipaku menempel pada dinding bercat putih.
Dan keluarlah tulisan “sory…..” pada layar telepon. Yang telas trouble operator XL. Ah coba iseng-iseng aja biusa buat telp eh ternyata bener.
Tak usah pikir-pikir 2 kali kutekan 12 digit angka pada telp kecil berwarna biru yang kugenggam erat saat itu. Wah nyambung.
“Hallo Opix..bener nih lagi gratisan telp. Eh gimana kabarmu?
“Baik Nisa sendiri gimana?
“alhamdulillah baik juga eh kapan nik kirim pic? Kirimnya ke alamatku yang dulu yah
“Eh, Adit tu siapa? Pasti akan aku kirim
“Adit itu sepupuku
“bener
Kalian tau siapa Adit itu herlambang. Sengaja aku beri alamatnya Adit ke opict karena kalau kirim suratnya ke alamatku waduh bisa berabe!
Aku pun mencoba telp ke operator lainnya. Budi : 08158193192, Ardian : 08155043048

Sejuta kata telah kurangkai tuk membentuk suatu arti selalu melekat dalam hati dan tak pernah mati. Semoga menjadi penghibur jiwa yang sunyi. Selama berjam-jam aku bercakap-cakap dengan Ardian. Waduh aku jadi pendengar setianya. Dan pukul 6 tiba kami pun mengakhiri percakapan kami karena gratisan telp telah usai.
Posting Komentar